Berita – Campus Ministry Universitas Sanata Dharma https://unit./cm Unit Pelayanan Pastoral dan Pengembangan Kerohanian Kampus Fri, 12 Nov 2021 11:57:29 +0700 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2.2 https://unit./cm/wp-content/uploads/2019/01/cropped-icon-32x32.jpg Berita – Campus Ministry Universitas Sanata Dharma https://unit./cm 32 32 Perhentian 3 “Pemimpin untuk Sesama” https://unit./cm/perhentian-3-pemimpin-untuk-sesama/ https://unit./cm/perhentian-3-pemimpin-untuk-sesama/#respond Fri, 12 Nov 2021 11:42:23 +0000 https://unit./cm/?p=2692 lanjut

]]>
Berziarah Bersama Ignatius Loyola

Dewi Santika adalah seorang presiden mahasiswa di Universitas Sanata Dharma. Dewi adalah mahasiswa yang ingin menjadikan dirinya itu berguna untuk sesama, terutama di dalam kehidupannya sebagai mahasiswa. Mahasiswi berdarah Medan ini ingin membuktikan bahwa seorang perempuan juga dapat menjadi pemimpin yang baik.

Seri dokumenter ini diproduksi oleh Campus Ministry Universitas Sanata Dharma dalam rangka memperingati 500 tahun pertobatan St. Ignatius Loyola.

Link untuk menonton dibawah ini

https://youtu.be/m5h7_kVo59o

]]>
https://unit./cm/perhentian-3-pemimpin-untuk-sesama/feed/ 0
Perhentian 2 “Kutemukan Tuhan dalam Sesama” https://unit./cm/perhentian-2-kutemukan-tuhan-dalam-sesama/ https://unit./cm/perhentian-2-kutemukan-tuhan-dalam-sesama/#respond Tue, 09 Nov 2021 11:18:38 +0000 https://unit./cm/?p=2682 lanjut

]]>
Berziarah Bersama Ignatius Loyola

Okta merupakan mahasiswa di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Ia mengalami suatu peritiwa perjumpaan, sehingga membuat ia ingin berubah menjadi Okta yang lebih baik lagi. Okta yang semula merupakan mahasiswa yang kurang aktif, namun saat ia berjumpa dengan teman-temannya ia mengalami sebuah dorongan untuk berubah. Dan akhirnya sekarang Okta menjadi mahasiswa yang aktif dan menemukan dirinya yang seutuhnya.

Seri dokumenter ini diproduksi oleh Campus Ministry Universitas Sanata Dharma dalam rangka memperingati 500 tahun pertobatan St. Ignatius Loyola.

Link untuk menonton dibawah ini:

https://youtu.be/2iDdC_qBjH4

]]>
https://unit./cm/perhentian-2-kutemukan-tuhan-dalam-sesama/feed/ 0
Perhentian 1 “Hidup yang Dibarui dalam Tuhan” https://unit./cm/perhentian-1-hidup-yang-dibarui-dalam-tuhan/ https://unit./cm/perhentian-1-hidup-yang-dibarui-dalam-tuhan/#respond Fri, 05 Nov 2021 11:29:39 +0000 https://unit./cm/?p=2673 lanjut

]]>
“Berziarah Bersama Ignatius Loyola”

Widia adalah seorang mahasiswi di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam kehidupannya, dia mengalami sebuah transformasi yang mendewasakan. Ia rela meninggalkan kenyamanan sebagai seorang “Gusti” di Bali untuk mengeksplorasi dirinya di tempat yang baru.

Seri dokumenter ini diproduksi oleh Campus Ministry Universitas Sanata Dharma dalam rangka memperingati 500 tahun pertobatan St. Ignatius Loyola.

Klik link berikut untuk memasang reminder: https://youtube.com/c/CampusMinistryUSD

Connect with us on social media:

YouTube: https://youtube.com/c/CampusMinistryUSD
Instagram: https://instagram.com/campusministryusd?utm_medium=copy_link
Twitter: https://twitter.com/cmsanatadharma?t=15nE4xzJlSnglCQaX2bWlQ&s=08
Facebook: https://facebook.com/cm.usd
Tiktok: https://vt.tiktok.com/ZSejWACyx/

Klik link dibawah untuk menonton:

https://youtu.be/2MNvhM99N6s

]]>
https://unit./cm/perhentian-1-hidup-yang-dibarui-dalam-tuhan/feed/ 0
Official Trailer – Berziarah Bersama Ignatius Loyola https://unit./cm/official-trailer-berziarah-bersama-ignatius-loyola/ https://unit./cm/official-trailer-berziarah-bersama-ignatius-loyola/#respond Tue, 02 Nov 2021 04:43:10 +0000 https://unit./cm/?p=2658 lanjut

]]>

“Berziarah Bersama Ignatius Loyola”

Film ini dipersembahkan oleh Campus Ministry Universitas Sanata Dharma untuk memperingati 500 tahun pertobatan Santo Ignatius Loyola.
Di dalam film dokumenter ini, kita diajak untuk menemukan kembali St. Ignatius Loyola di masa kini, dalam konteks semangat keberagaman.

Mari kita menyusuri bersama kisah demi kisahnya dalam tiga perhentian.

Perhentian pertama; “Hidup yang Diperbarui dalam Tuhan”
Hari Jumat, 05 November 2021

Perhentian kedua; “Kutemukan Tuhan Dalam Sesama”
Hari Selasa, 09 November 2021

Perhentian ketiga; “Pemimpin Untuk Sesama”
Hari Jumat, 12 November 2021

Klik link berikut untuk memasang reminder:

Connect with us on social media:

YouTube: https://youtube.com/c/CampusMinistryUSD
Instagram: https://instagram.com/campusministryusd?utm_medium=copy_link
Twitter: https://twitter.com/cmsanatadharma?t=15nE4xzJlSnglCQaX2bWlQ&s=08
Facebook: https://facebook.com/cm.usd
Tiktok: https://vt.tiktok.com/ZSejWACyx/

Produced by:
Campus Ministry USD
Directed by:
Rosalia Tatiana & Agatha Friska
Cast:
Gusti Ayu Made Widiari
Okta Setya Putra Agustin
Dewi Santika
Cameraman:
Andreas Tommy
Daniel Gaudensius
Raimondus Axel
Colorist:
Marcelino Vladvanio

]]>
https://unit./cm/official-trailer-berziarah-bersama-ignatius-loyola/feed/ 0
Persembahan Orang Muda untuk Hari Kemerdekaan Negara Indonesia ke 75 https://unit./cm/persembahan-orang-muda-untuk-hari-kemerdekaan-negara-indonesia-ke-75/ https://unit./cm/persembahan-orang-muda-untuk-hari-kemerdekaan-negara-indonesia-ke-75/#respond Tue, 18 Aug 2020 02:07:21 +0000 https://unit./cm/?p=2523 lanjut

]]>
“Situasi saat ini tidak menjadi penghalang bagi kami untuk merayakan Kemerdekaan Negara Indonesia ke 75. Dengan keterbatasan situasi saat ini, kami mempersembahkan lagu Indonesia Jaya karya Harvey Malaiholo dengan menggunakan bahasa daerah kami masing – masing. Majulah Indonesia dan jayalah Negeriku.”

]]>
https://unit./cm/persembahan-orang-muda-untuk-hari-kemerdekaan-negara-indonesia-ke-75/feed/ 0
DIALOG DAMAI KRISTEN-MUSLIM https://unit./cm/dialog-damai-kristen-muslim/ https://unit./cm/dialog-damai-kristen-muslim/#respond Mon, 10 Feb 2020 04:26:09 +0000 https://unit./cm/?p=2462 lanjut

]]>
Pekan pertama bulan Februari, tepatnya pada tanggal 1-7 Februari 2020, PBB kembali mengajak seluruh dunia untuk memperingati World Interfaith Harmony Week. Peringatan ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi warga dunia membuka kembali ruang toleransi antarsesama umat beriman. Di Indonesia sendiri, peringatan ini justru sangat relevan karena masyarakat seringkali menemui kelompok-kelompok intoleran yang mengatasnamakan agama.

Pusat Studi Agama dan Perdamaian Universitas Kristen Imanuel (PSAP UKRIM) menyambut peringatan tersebut dengan menyelenggarakan Seminar Dialog Damai Kristen-Muslim II: Memahami, dan Menyikapi Ayat-ayat Intoleran, Diskriminatif & Kekerasan Dalam Kitab Suci Taurat, Injil, dan Al-Quran. Seminar tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 1 Februari 2020 pukul 08.00 WIB di Kapel UKRIM dan dihadiri oleh perwakilan aktivis serta akademisi dari berbagai komunitas maupun perguruan tinggi, termasuk Universitas Sanata Dharma.

PSAP UKRIM mengundang Bapak Dr. Islah Gusmian dari IAIN Surakarta dan Bapak Dr. Bambang Noorsena dari ISCS Malang sebagai pembicara. Dalam kesempatan tersebut, kedua tokoh mengupas tentang ayat-ayat dari Al-Quran, Taurat, dan Injil yang dianggap mengandung makna-makna intoleran, sehingga seringkali dipakai oleh beberapa pihak untuk membenenarkan tindakan-tindakannya berdasarkan tafsiran pribadi.

Sebagai pembicara pada sesi pertama, Dr. Islah Gusmian memberi pemahaman bahwa dalam memahami Al-Quran, orang terlebih dahulu harus memahami bahasa asli dari Al-Quran karena kitab terjemahan seringkali tidak dapat menyampaikan maksud ayat tersebut secara utuh. Oleh karena itu perlu ilmu tafsir yang mengiringinya agar memiliki pemahaman yang memadai. Selain itu, perlu diketahui bersama jika Al-Quran sendiri diturunkan bukan dalam satu buku yang lengkap, melainkan diturunkan sesuai konteks yang sedang dihadapi oleh Nabi.

Senada dengan Dr. Islah, Dr. Bambang Noorsena menyampaikan jika konteks ketika semua Kitab Suci tersebut ditulis atau diturunkan juga perlu dipahami. Konteks tersebut meliputi, perkembangan bahasa dalam tentang waktu yang sangat panjang, pemakaian bahasa yang bervariasi dan seringkali tidak dapat dialihbahasakan dengan baik, serta kebudayaan yang berkembang pada zamannya. Oleh karena itu, para peneliti naskah-naskah kuno biasanya akan membandingkan naskah Kitab Suci dengan nashkah-naskah yang sezaman.

Sayangnya, di masa teknologi yang semakin berkembang seperti sekarang ini, orang-orang lebih mudah menafsirkan ayat-ayat Kitab Suci menurut kehendaknya sendiri dan membagikannya pada orang lain tanpa memikirkan dampak yang akan ditimbulkan. Para pembicara menegaskan jika ayat yang intoleran atau diskriminatif itu tidak ada. Justru penafsiran yang kurang tepat dari ayat tersebutlah yang mendorong seseorang berperilaku intoleran.

Perilaku-perilaku intoleran mengindikasikan adanya kematian hati nurani dari para pelakunya ketika merasa bangga telah bersikap intoleran karena fanatisisme agama masing-masing. Oleh karena itu para peserta diajak untuk dapat mengantisipasi situasi-situasi yang demikian di lingkungannya masing-masing. Peserta juga diharapkan untuk tidak mudah tersulut dengan setiap penafsiran-penafsiran ayat yang menimbulkan perpecahan di antara sesama umat beriman. Tentu saja ajakan ini berlaku juga untuk siapapun yang berkehendak baik menciptakan perdamaian di lingkungan tempat tinggalnnya, agar tidak ada lagi korban dari sikap-sikap intoleran.

Rosminah

]]>
https://unit./cm/dialog-damai-kristen-muslim/feed/ 0
Merayakan Demokrasi yang Cerdas dan Humanis https://unit./cm/merayakan-demokrasi-yang-cerdas-dan-humanis/ https://unit./cm/merayakan-demokrasi-yang-cerdas-dan-humanis/#respond Tue, 23 Apr 2019 04:40:51 +0000 https://unit./cm/?p=1659 lanjut

]]>
“17 April 2019, dalam pesta demokrasi besok, kita tidak hanya sekedar memilih,, tetapi juga merawat apa yang kita perjuangkan selama ini”, ungkap Romo H. Angga Indraswara, SJ saat memandu diskusi dalam kelas pendidikan politik Jumat lalu (12/4) yang diselenggarakan di Student Hall Universitas Sanata Dharma Mrican dengan mengangkat tema “Merayakan Demokrasi yang Cerdas dan Humanis”. Diiringi lantunan lagu dari UKM Band Sexen, malam itu sekumpulan generasi milenial Sanata Dharma berdiskusi hangat terkait situasi politik, penangkalan berita bohong (hoax), politisasi agama, dan bagaimana memilih dengan cerdas dan humanis. “Jika di luar sana ada kampanye sebagai bentuk ekspresi dan keterlibatan memeriahkan pesta demokrasi, malam ini kita juga turut ambil bagian dalam pesta demokrasi dengan cara yang lain, yaitu kelas politik ini”, ungkap Shinta sebagai perwakilan dari BEMU saat mengawali diskusi. Pemilu adalah sebuah undangan untuk terlibat dan peduli dengan nasib bangsa sendiri, dan sebuah ajakan untuk sungguh-sungguh memilih. Shinta juga menjelaskan bagaimana peran media sosial yang menghantarkan masyarakat kepada ujaran kebencian maupun berita hoax. Provokatif, tidak rasional, dari sumber yang tidak terpercaya, sering ditemukan di WhatsApp group, begitulah jawaban dari peserta diskusi ketika Shinta menanyakan ciri-ciri berita hoax. Dewasa ini, berita hoax menjadi keresahan masyarakat ditengah riuhnya tahun politik. Masyarakat sedang diuji memilah dan memilih berita mana yang memang dapat dipercaya. Kita semua diajak untuk menjadi pembawa kebenaran dengan memberhentikan penyebarluasan berita hoax, cukup sampai pada diri kita saja.

Politisasi agama juga menjadi isu yang menarik untuk dibahas dalam diskusi ini. Aryo sebagai perwakilan dari DPMU mengungkapkan, “memang sangat berbeda antara agama dan politik”. Agama bersifat absolut dan mutlak. Sedangkan politik bersifat kompromi, karena banyak orang mempunyai kepentingan yang berbeda, maka dicari solusi bersama. Selama ini, orang-orang disuguhkan dengan panggung perpolitikan yang saling serang dan menjatuhkan lain demi peningkatan citra diri ataupun kelompoknya. Akhirnya, masyarakat, terutama para pendukung yang bersangkutan, terjebak pada sikap yang sama terhadap pendukung calon yang lain tanpa mencoba mengkritisi terlebih dahulu apakah sikap tersebut tepat atau tidak. Maka boleh kita katakan bahwa masyarakat kini menjadi korban dari kepentingan politik berbagai pihak yang ingin menang sendiri.

Pemilu sudah selayaknya menjadi ajang bagi masyarakat untuk menemukan siapa pemimpin terbaik yang layak untuk Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Mereka yang tidak terpilih kali ini bukan berarti tidak memiliki kapasitas yang baik sebagai pemimpin, tetapi bisa jadi karena Indonesia belum memerlukan orang-orang tersebut di garda depan Indonesia. Oleh karena itu, sikap politik yang menyerang pihak lain tanpa disertai pemikiran yang matang harus dijauhkan karena setiap calon memiliki kapasitas masing-masing dalam membuat Indonesia menjadi lebih baik. Dalam diskusi ini, Andy sebagai perwakilan dari DPMU mengajak kita semua untuk menggunakan hak pilih dengan cerdas dan humanis. Lebih jauh lagi, masyarakat sebenarnya membutuhkan edukasi bukan hanya terkait menggunakan hak suara ketika pemilu berlangsung, tetapi juga terkait bagaimana menjalankan demokrasi yang baik setelah pemilu itu berlangsung. Perhatikanlah bahwa selama ini kita menemukan bentuk-bentuk persuasi untuk memilih, tanpa ada persuasi untuk bertanggung jawab atas pilihan kita. Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan dari enam jam proses pemilu itu. Masa depan Indonesia ditentukan lebih karena bagaimana masyarakat akhirnya memaknai demokrasi dan menggunakannya untuk mengawal pemerintahan yang terpilih selama tahun-tahun mendatang. Ketika masyarakat sadar bahwa mereka juga diperlukan dalam setiap proses pemerintahan yang setiap saat berjalan, maka siapapun calon pemimpin yang terpilih nantinya akan selalu menjaga Indonesia tetap sebagai Indonesia yang bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Inilah yang dimaksud menjadi pemilih yang cerdas dan humanis.

Pemikiran tersebut yang ditegaskan kembali oleh Romo Benedictus Hari Juliawan, SJ., mantan aktivis pro reformasi 1998. Memilih bukan hanya perkara datang dan mencoblos saja, tetapi bagaimana kita bertanggung jawab atas apa yang telah kita pilih di waktu-waktu mendatang. Kiranya ungkapan “memilih lebih mudah daripada setia pada pilihan” adalah ungkapan yang menggambarkan kondisi saat ini. Kesetiaan yang diharapkan dari masyarakat tetap harus disertai pemikiran kritis untuk menjaga pemerintahan yang bersih. Oleh karena itu, berdemokrasilah dengan hati nurani, sehingga kita juga tergerak untuk mempertanggungjawabkan pilihan kita itu tanpa paksaan dari pihak lain. Negara membutuhkan kita untuk bergerak menuju yang lebih baik lagi, terkhusus agar negara ini semakin kuat ketika harus menghadapi berbagai macam goncangan dan ancaman baik lokal, nasional, regional, maupun internasional. Selamat berdemokrasi dengan pemimpin baru Indonesia, siapapun itu. Selamat hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia!

–  Via & Rosa

(Ignatian Study Club)

 

]]>
https://unit./cm/merayakan-demokrasi-yang-cerdas-dan-humanis/feed/ 0
Pemilu: Sebuah Undangan Untuk Menciptakan Kebaikan Bersama https://unit./cm/pemilu-sebuah-undangan-untuk-menciptakan-kebaikan-bersama/ https://unit./cm/pemilu-sebuah-undangan-untuk-menciptakan-kebaikan-bersama/#respond Tue, 05 Mar 2019 08:36:47 +0000 https://unit./cm/?p=1631 lanjut

]]>
 

Di tahun 2019 ini, kita akan memasuki babak baru dalam sejarah Republik Indonesia, yaitu digelarnya Pemilihan Umum serentak, di mana akan dilaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden, serta anggota legislatif baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota sekaligus. Maka, tidak heran jika seluruh media massa, baliho di jalanan, bahkan handphone kita, akan selalu dipenuhi pesan dan wajah calon pemimpin dan wakil rakyat. Mereka mencoba menarik simpatisan sebanyak-banyaknya dengan menawarkan program dan keunggulan masing-masing. Namun, tidak sedikit pula yang justru berusaha memenangkan hati rakyat lewat cara-cara yang tidak simpatik, seperti kampanye negatif dan penyebaran berita bohong.

Berangkat dari keprihatinan ini, Campus Ministry, BEM USD, dan DPMU,  berkolaborasi menyelenggarakan kelas diskusi Ignasian. Acara ini diselenggarakan untuk mempersiapkan mahasiswa Sanata Dharma, dalam menyongsong pesta demokrasi yang sudah di depan mata. Hadir sebagai pembicara yaitu Romo H. Angga Indraswara, SJ. dalam kelas diskusi Ignasian yang dilaksanakan pada tanggal 28 Februari 2018 lalu di Arrupe Huis, Pusat Studi Lingkungan USD, Soropadan.

Romo Angga mengawali kelas ini dengan mengingatkan kembali, tentang realitas kita sebagai manusia beriman. Iman di sini, bukan melulu soal laku berdoa dan membaca Kitab Suci saja, melainkan keseluruhan diri manusia seutuhnya sebagai citra Allah. “Iman mendorong manusia untuk terus mencoba memahami apa yang diimaninya itu”, ungkap Romo Angga. Sebagai universitas Yesuit, Universitas Sanata Dharma mengikuti teladan hidup Santo Ignasius dari Loyola. Salah satu semboyannya yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga kita, yaitu “Finding God in All Things”,  menemukan Tuhan dalam segala hal.

Melalui ungkapan ini, kita diajak untuk menemukan Tuhan dalam segala situasi hidup, termasuk menemukan Tuhan dalam situasi dunia yang selain penuh dengan kebaikan, juga tidak lepas dari kerusakan dan keprihatinan. Maka dalam situasi aktual akhir-akhir ini, kita diajak menemukan Tuhan dalam hiruk pikuk menyongsong Pemilihan Umum Indonesia tahun 2019. Kita tahu, bahwa dinamika politik menjelang pemilu begitu kuat dan kita justru lebih sering melihat banyak keburukan yang ditampilkan dalam media. Namun, Tuhan menghadirkan kita di dunia ini, justru untuk masuk ke dalam persoalan-persoalan itu, dan berjerih payah di dalamnya, berjuang untuk menjadikan persoalan hidup sebagai bagian yang tak terpisahkan dari hidup kita. Itulah iman.

Dalam keheningan dan kesejukan yang diberikan Pusat Studi Lingkungan Universitas Sanata Dharma, Romo Angga juga menyampaikan, bahwa ada perbedaan yang mendasari agama dan politik. Agama, adalah sesuatu yang mutlak. Politik, adalah sesuatu yang relatif. Maka jelas, dalam politik pasti ada perbedaan. Akan tetapi, perbedaan itu, juga pasti bisa disatukan melalui perjumpaan. Disatukan di sini, bukan berarti menyatukan segala hal yang berbeda. Namun, menyatukan pandangan yang berbeda dengan satu visi yang sama, yaitu politik adalah sebagai sebuah upaya untuk menciptakan kebaikan bersama, bukan untuk mengejar kekuasaan sebesar-besarnya.

Sebagai manusia yang beriman, kita diutus pula untuk terlibat dalam kehidupan politik, karena lewat itulah kita bisa turut serta menciptakan kebaikan bagi sesama. Maka, Pemilu 2019 adalah undangan bagi kita untuk menciptakan kebaikan bersama. Kita didorong untuk menggunakan hak pilih sebagai wujud partisipasi aktif dalam membangun hidup bersama yang lebih baik. Kita juga didorong untuk memilih bukan atas dasar pertimbangan suka atau tidak suka, namun dengan akal sehat kita. Apabila kita memutuskan untuk tidak peduli (golput), berarti kita tidak ikut serta dalam upaya memperjuangkan kemerdekaan dan kebebasan manusia. Dengan menggunakan hak pilih kita secara bijak, kita telah berupaya menjaga demokrasi sebagai jati diri Indonesia.

 

Dimas Hanung

TM USD 16

 

]]>
https://unit./cm/pemilu-sebuah-undangan-untuk-menciptakan-kebaikan-bersama/feed/ 0
Kebenaran Yang Memerdekakan https://unit./cm/kebenaran-yang-memerdekakan/ https://unit./cm/kebenaran-yang-memerdekakan/#respond Thu, 21 Feb 2019 01:53:13 +0000 https://unit./cm/?p=1623 lanjut

]]>
Dalam rangka menyambut perkuliahan pada semester genap tahun akademik 2018/ 2019, Universitas Sanata Dharma bersama Campus Ministry mengadakan Perayaan Ekaristi Awal Semester Genap pada hari Senin, 11 Februari 2019. “Kebenaran yang Memerdekakan” adalah tema perayaan ekaristi awal semester genap pada tahun ini. Ekaristi diadakan di Kapel St. Robertus Bellarminus Kampus USD Mrican dan Ground Gedung Utama USD Paingan pukul 07.15 WIB. Ekaristi tersebut dihadiri oleh segenap civitas akademika USD.

Ekaristi di Kampus Paingan dipimpin oleh Romo Galih Arga Wiwin Aryanto, Pr. atau yang akrab disapa Romo Galih. Beliau merupakan salah satu dosen dari Fakultas Teologi USD. Dalam kotbahnya, Romo Galih memberi pengantar dengan cerita ramalan Nostradamus mengenai Para Paus yang akan memimpin Gereja Katolik sebelum akhir zaman. Ramalan Nostradamus sendiri diyakini sebagai kebenaran yang dipercaya oleh banyak orang sejak abad ke-16.

Terlepas dari apakah ramalan dari Nostradamus tersebut memang suatu kebenaran atau tidak, ilmu pengetahuan modern mencatat terdapat beberapa hal yang dipakai untuk mengukur kebenaran di antaranya berdasarkan otoritas, koherensi, pragmatis, intuisi, dan emosi. Masing-masing ukuran kebenaran tersebut memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dan harus secara bijak dipahami sesuai konteksnya. Secara khusus, Romo Galih menekankan pentingnya untuk berhati-hati dengan ukuran kebenaran yang dilandasi oleh emosi. Ukuran kebenaran berdasarkan emosi ini sering kali membuat orang dengan mudah mengambil suatu kesimpulan atas peristiwa yang terjadi, namun orang tersebut tidak siap menghadapi konsekuensi yang mengikutinya.

Oleh karena itu, Romo Galih meminta seluruh civitas akademika USD untuk mulai bergerak secara aktif memilah mana kebenaran yang sejati dan yang semu. Melalui bacaan pertama dan injil, Romo Galih ingin menyampaikan bahwa hendaknya kita jeli dalam memilih kebenaran yang memberikan kemerdekaan bagi kita dalam hidup sehari-hari, the truth will set you free (John. 8:32).

Dalam ekaristi kali ini, segenap Panitia Ekaristi Awal Semseter yang mewakili seluruh civitas akademika USD memberikan persembahan secara simbolis, berupa buku yang bermakna kebenaran karena merupakan salah satu sumber ilmu dalam dunia perkuliahan. Harapannya, perayaan ekaristi ini memberikan semangat baru dalam semester ini, baik kepada dosen, karyawan, dan mahasiswa untuk selalu mengupayakan nilai-nilai kebenaran dalam dinamika hidup sehari-hari.

(Dian & Rosa)

 

]]>
https://unit./cm/kebenaran-yang-memerdekakan/feed/ 0
Prosesi Perarakan Kandang Natal 2018 https://unit./cm/prosesi-perarakan-kandang-natal-2018/ https://unit./cm/prosesi-perarakan-kandang-natal-2018/#respond Tue, 22 Jan 2019 08:41:05 +0000 https://unit./cm/?p=1590 lanjut

]]>
Setiap tahunnya dari mulai tahun 2016, Campus Ministry USD bersama panitia Natal Keluarga Besar Sanata Dharma beserta seluruh civitas akademika Sanata Dharma (termasuk Politeknik Mekatronika Sanata Dharma) mengadakan prosesi perarakan kandang Natal pada perayaan Advent dan Natal Keluarga Sanata Dharma. Tahun 2018 ini prosesi tersebut sedikit berbeda. Pada tahun 2018 ini panitia menyiapkan jingle yang khusus dibawakan pada saat prosesi perarakan kandang Natal di setiap kampus tempat kandang tersebut diarak. Ada 4 kampus yang menjadi tempat pemberhentian sementara kandang tersebut, kampus I USD Mrican, kampus V USD Kota Baru, kampus IV USD Kentungan, dan kampus PMSD Paingan. Puncaknya adalah saat kandang Natal tersebut diarak dari gedung kampus PMSD menuju hall selatan kampus USD Paingan pada perayaan Natal Keluarga Sanata Dharma tanggal 6 Januari 2019.

Jingle tersebut mampu memberi nuansa yang berbeda pada setiap pemberhentian kandang. Dengan jingle tersebut suasana perarakan kandang Natal menjadi lebih guyub dan penuh sukacita. Berikut Video-video highlight perarakan kandang Natal di setiap kampus dan Jinglenya:

2 Desember 2018, Kapel St Robertus Bellarminus, Kampus I USD Mrican

 

5 Desember 2018, Kapel Maria Della Strada, Kampus V USD Kota Baru

 

12 Desember 2018, Kampus IV USD Kentungan

 

19 Desember 2018, Kampus PMSD Paingan

 

6 Januari 2019, Kampus III USD Paingan

 

Jingle Advent dan Natal Keluarga Sanata Dharma 2018 🙂

]]>
https://unit./cm/prosesi-perarakan-kandang-natal-2018/feed/ 0