Aktivitas Mahasiswa

Indonesian Pharmaceutical Leadership Forum (IPLF) 2026



Indonesian Pharmaceutical Leadership Forum (IPLF) 2026 atau yang dikenal sebagai Latihan Kepemimpinan Tingkat III Nasional telah sukses diselenggarakan pada tanggal 2 hingga 5 Februari 2026 di Universitas Udayana, Bali. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa farmasi dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan tujuan meningkatkan kapasitas kepemimpinan, memperluas wawasan kebangsaan, serta mempererat jejaring antar calon pemimpin farmasi Indonesia. Selama empat hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang secara komprehensif untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama tim, serta kepemimpinan.

Pada tahun ini, IPLF dilaksanakan di Universitas Udayana dengan mengusung tema “Samrajya Samvada: Kepemimpinan yang Mendengar.” Tema tersebut menekankan pentingnya kepemimpinan yang inklusif, dialogis, dan menghargai musyawarah sebagai landasan dalam pengambilan keputusan. Pemimpin yang mampu mendengar serta memahami berbagai sudut pandang akan lebih mudah merumuskan solusi yang relevan, adaptif, dan berkelanjutan. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, IPLF menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari pembekalan materi kepemimpinan, diskusi kelompok, analisis isu nasional, pelatihan manajemen organisasi, hingga penugasan yang dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis peserta. Peserta kemudian memperoleh berbagai materi dari para narasumber dan pembicara yang kompeten di bidang organisasi, kepemimpinan, serta pengembangan profesi kefarmasian. Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada teori kepemimpinan, tetapi juga membahas tantangan dan peluang yang akan dihadapi oleh generasi muda farmasi dalam menghadapi perkembangan dunia kesehatan di Indonesia.

 

 

Melalui forum diskusi dan presentasi gagasan, peserta dilatih untuk menyusun pemikiran strategis yang relevan dengan perkembangan organisasi maupun profesi farmasi. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi peserta untuk mengasah kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kedisiplinan dalam menyelesaikan setiap tugas yang diberikan. Perpaduan antara pendekatan teoritis dan praktik secara seimbang menjadikan peserta tidak hanya memahami konsep kepemimpinan secara akademis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi nyata. Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk kader yang berintegritas, bertanggung jawab, dan mampu mengambil keputusan secara bijaksana.

 

 

Sebagai bagian dari pembelajaran langsung di lapangan, peserta juga mengikuti kegiatan visitasi ke Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai peran dan fungsi BPOM dalam pengawasan obat dan makanan, proses regulasi produk kesehatan, serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga keamanan produk yang beredar di masyarakat. Rangkaian kegiatan IPLF 2026 ditutup dengan tour kota Bali yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat budaya, sejarah, dan potensi pariwisata daerah setempat. Kegiatan ini sekaligus menjadi momen refleksi dan penguatan hubungan antarpeserta setelah mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Melalui partisipasi dalam Indonesian Pharmaceutical Leadership Forum (IPLF) 2026, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan nilai-nilai kepemimpinan yang telah diperoleh, menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, serta berkontribusi dalam pengembangan profesi farmasi dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia (KADEKS)

 back