USD Akreditasi A English Version Alumni Email USD

PUNCAK DIES PERPUSTAKAAN:
Perayaan Ekaristi dan Penganugerahan Maulana Award

diupdate: 13 tahun yang lalu


Bertempat di ruang Maulana Perpustakaan USD pada Sabtu (15/3/2014) diselenggarakan perayaan ekaristi syukur dalam rangka Dies Perpustakaan USD. Acara ini dihadiri staf perpustakaan dan tamu undangan purnakarya perpustakaan, dan beberapa staf unit lain yang membantu tugas pelayanan di perpustakaan. Ekaristi yang dipimpin oleh Romo  Dr. Ir. Paulus Wiryono Priyotamtama, S.J, M.Sc dan Romo Prof. Dr. Frans Susilo, S.J ini merupakan ungkapan syukur untuk memperingati HUT Perpustakaan USD ke-58.

Dalam homilinya, Romo Wiryono menyampaikan kesempurnaan merupakan sesuatu yang berkembang secara penuh dan kepenuhan itu tidak hanya pada diri tetapi menggetarkan alam ciptaan. Ketika mulai menggeluti visi, misi, dan nilai-nilai yang ditanamkan, kemudian semakin kita bergairah dan bersemangat dengan disertai kegembiraan yang luar biasa untuk menghayatinya maka pelayanan kita semakin sempurna. Dalam mencapai kesempurnaan ini,  kita perlu memanfaatkan semua kekuatan yang diberikan Tuhan. Semua karunia yang diterima perlu dikembangkan untuk mencapai tujuan. “Visi, misi, tujuan dan nilai kita adalah pelayanan kita. Semakin kita gulati dan yakini dengan segenap hati dan semakin kita wujudkan, kita akan menjadi semakin sempurna.” demikian disampaikan Rm Wiryono. Lebih jauh diungkapkannya bahwa kita harus mengasihi musuh kita. “Musuh kita adalah kemalasan, kepentingan pribadi, serta ketidakmampuan menjawab kasih Allah. Semua itu harus kita kasihi. Untuk menjadi sempurna seperti Allah, kita harus membalas kasihNya dengan sungguh-sungguh mensyukuri segala karunia Tuhan. Dengan cara itu, Dia akan memberikan lebih banyak lagi kepada kita.” demikian disampaikan Rm Wiryono di akhir homilinya.

Maulana Award
Selesai perayaan ekaristi dilakukan penganugerahan Maulana Award kepada seorang staf Perpustakaan USD yang berprestasi. Dalam prosesnya, untuk mendapatkan nama penerima award ini, Tim Penilai Maulana Award yang diketuai oleh Ibu Rahayuningsih merilis kuesioner di milis Perpustakaan USD. Kuesioner ini berisi 10 butir kriteria pemilihan terdiri dari (1) Ramah dan sopan, (2) Jujur dan Dapat Dipercaya, (3) Komunikasi Efektif, (4) Disiplin, (5) Semangat Kerja, (6) Loyalitas, (7) Inisiatif (8) Kreatif dan Inovatif, (9) Pengambilan Keputusan, dan (10) Prestasi Kerja. Masing-masing kriteria menggunakan skala penilaian 1 hingga 7 yaitu sangat tidak baik hingga sangat baik. Pengisian kuesioner dilakukan dengan men-download file kuesioner terlebih dahulu, kemudian staf mengisi lembaran kuesioner dan mengirimkannya via email Ketua Tim Penilai.

Penyematan nama “Maulana” pada ajang Maulana Award ini terinspirasi dari perintis Perpustakaan USD, Pater W.J van der Meulen, SJ. Beliau adalah kepala perpustakaan pertama semasa berdirinya Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG) Sanata Dharma di tahun 1955. Dalam mengembangkan perpustakaan beliau menggunakan pedoman yang disebut sebagai klasifikasi home system, sebuah sistem pengelompokan buku-buku koleksi perpustakaan kala itu. Semasa pelayanannya di Sanata Dharma beliau lebih akrab dengan nama Indonesianya Romo Bandar Maulana.

Kepala Perpustakaan, Drs. Paulus Suparmo, S.S., M.Hum berkenan membacakan nama staf penerima award tersebut. Penganugerahan Maulana Award tahun 2014 ini diterimakan kepada Yanuarius Joko Nugroho. Penganugerahan ini sungguh luar biasa! Pak Joko Nugroho sendiri baru sekitar dua tahun bergabung di Perpustakaan USD, namun demikian prestasinya patut diacungi dua jempol. Kita dapat mengetahui banyak kemajuan di perpustakaan atas perannya. Sebut saja, pembenahan sistem informasi SPARTA, upload TA mahasiswa, pembaharuan layanan SMS, pembenahan fasilitas pada website, layanan mandiri, bookdrop, dan lain-lain. Penganugerahan Piala Maulana Award diterimakan langsung oleh Rektor. Selain anugerah tersebut, secara mengejutkan dan tidak diagendakan Kepala Perpustakaan juga memberikan penghargaan kepada Pak Joko Nugroho sebagai staf terinovatif.

Ketika memberikan kesan-kesan, Joko menyatakan terkesan pesan Rm Rektor tentang ulat yang jalannya lambat dan kemudian berubah menjadi enthung. “Enthung yang bisanya tidur itu kemudian akan bertransformasi menjadi kupu-kupu yang indah” demikian Joko berkisah dan mengibaratkan hidup keduanya di Sanata Dharma. Selama dua tahun di perpustakaan digambarkannya sebagai saat ‘ngenthung’. Mantan kepala perpustakaan, Romo Susilo juga menyampaikan kebanggaannya karena Joko telah menemukan dirinya di perpustakaan.  Lebih jauh disampaikannya  bahwa selama 15 tahun menjadi Kepala Perpustakan, sebagai orang yang bukan pustakawan Romo Susilo berusaha membangun pondasi manajemen, SDM, dan fasilitas fisik. “Saat ini perpustakaan perlu membangun konten. Yang kita layani saat ini adalah generasi net, mahasiswa yang sejak dia lahir sudah mengenal perangkat digital. Karakteristik mereka sangat berbeda.” demikian diungkapkan Romo Susilo.

Agenda Dies Perpustakaan USD tahun 2014 ini terdiri dari lima acara. Diawali dengan penyelenggaraan seminar nasional bertajuk "Tantangan Perpustakaan di Era Digital (Digital Natives go to the Libraries: a Challenge) pada 6 Maret 2014. Kemudian acara ziarah ke makam Romo Maulana di komplek pemakaman Romo Sanjaya di Muntilan pada 8 Maret dan acara kunjungan ke rumah purnakarya perpustakaan pada 11 Maret. Tanggal 15 Maret 2014 adalah puncak Dies Perpustakaan USD dengan dua agenda yaitu misa syukur dan penerimaan anugerah Maulana Award. (dz+bst)

  kembali